Ekstrovert dan Introvert adalah instilah yang dicetuskan oleh Carl Jung untuk menggambarkan dua jenis sikap atau orientasi utama kepribadian. Ketika kita membahas tentang ekstrovert dan introvert, maka kita akan membahas tentang dua “dunia” yang berbeda, yakni dunia di luar diri kita dan dunia di dalam diri kita. Jika seseorang lebih cenderung berinteraksi dengan dunia luarnya maka dia adalah seorang ekstrovert, sebaliknya jika lebih sering berinteraksi dengan dunia yang ada di dalam dirinya sendiri, maka dia adalah seorang introvert.

Ekstrovert adalah kepribadian yang cenderung mendapatkan energi / gairah melalui interaksi sosial, senang terlibat dalam kegiatan yang terdiri dari kelompok orang, dan lebih peka terhadap apa yang ada di sekitar mereka.

Pernyataan di bawah ini umumnya menggambarkan seorang ekstrovert:

  • Seorang ekstrovert terlihat sebagai seorang yang ramah, senang serta mudah berinteraksi dengan orang lain.
  • Ekstrovert menyukai kerja di dalam kelompok.
  • Ekstrovert memiliki banyak relasi pertemanan dan mengenali banyak orang.
  • Ekstrovert terkadang bertindak secara spontan dalam melakukan sesuatu dan tidak memerlukan waktu yang lama untuk mempertimbakan tindakannya.
  • Sebelum memulai suatu kegiatan, ektrovert terkadang lupa apa yang harus dilakukannya, dan mengapa ia harus melakukan itu.

Introvert sangat bertentangan dengan Ekstrovert, dimana Introvert cenderung pendiam, tertutup, suka merenung, serta lebih peduli tentang pemikiran dalam dunia mereka sendiri. Seorang introvert memperoleh energi dari ide, gambaran, memori, dan reaksi yang bersumber dari dunia dalam diri mereka sendiri. Introvert lebih senang mengerjakan sesuatu seorang diri atau dengan orang-orang yang mereka anggap akrab atau nyaman. Introvert memerlukan waktu untuk berpikir dan menentukan langkah apa yang akan diambil sebelum bertindak.

Umumnya introvert digambarkan dengan pernyataan berikut ini.

  • Introvert terlihat seperti perenung dan pendiam.
  • Introvert merasa nyaman ketika sendiri dan suka mengerjakan sesuatu sendiri.
  • Introvert lebih suka mengenal sedikit orang.
  • Terkadang introvert menghabiskan terlalu banyak waktu untuk merenung dan tidak cukup cepat dalam bertindak.
  • Introvert terkadang lupa memeriksa kembali apakah ide-idenya sesuai untuk diterapkan di dunia luar.

 

More About Introvert

Apakah kamu seorang introvert ? Cari tahu ciri-ciri intorovert berikut ini.

  1. Tidak menyukai keramaian

Keramaian bukanlah tempat favorit seorang introvert. Berada dalam keramaian membuat introvert tidak nyaman dan menguras energi mereka.

  1. Tidak menyukai pembicaraan ringan

Introvert adalah seorang pemikir, mereka menikmati pembicaraan yang mendalam tentang suatu ide, teori ataupun gagasan. Sebaliknya, introvert tidak menyukai pembacaraan ringan apalagi basa-basi.

  1. Sangat menikmati waktu sendiri

Sangat kontradiktif dengan ekstrovert yang sangat menyukai keramaian, introvert justru begitu menikmati waktu sendiri. Me-time adalah cara introvert untuk beristirahat dan mengisi ulang energi mereka.

  1. Sangat jeli dan waspada terhadap keadaan sekitar

Ketika seorang introvert diam, di situlah dia menganalisa keadaan dan karakter orang-orang di sekitarnya. Seorang introvert sangat jeli terhadap keadaan di sekelilingnya.

  1. Seorang pendengar yang baik

Introvert adalah seorang pendengar yang baik, mereka mendengar untuk memahami, tidak sekedar langsung merespon. Dan ketika mereka dimintai saran, mereka akan memberikannya secara penuh dan tulus.

  1. Berpikir sebelum bertindak

Intovert membutuhkan waktu sejenak untuk berpikir dahulu sebelum bertindak. Segala keputusan serta tindakan yang mereka ambil sebelumnya telah melewati pertimbangan yang matang.

  1. Hanya mempunyai sedikit teman dekat

Introvert tidak begitu menyukai banyak sosialisasi. Mereka lebih nyaman berada di dalam komunitas kecil yang berisi sedikit teman yang amat dekat dan mereka percayai. Introvert akan sangat loyal serta setia terhadap sahabatnya. Ketika introvert berkumpul dengan sahabat-sahabatnya maka mereka akan berinteraksi seolah-olah seperti ekstrovert.

  1. Lebih suka menulis daripada berbicara langsung

Banyak introvert yang lebih suka menulis ketimbang berbicara langsung, dengan menulis mereka memiliki lebih banyak waktu untuk memikirkan apa yang akan mereka utarakan.

  1. Kurang suka bertemu orang baru.

Introvert kurang begitu suka bertemu dengan orang baru, karena mereka tidak jago untuk membuka percakapan dan ditambah lagi mereka tidak suka basa-basi.

  1. Tidak langsung membalas pesan

Ketika seorang introvert mendapatkan SMS / pesan dari seseorang dia tidak langsung membalasnya, tetapi menunggu sampai mereka siap untuk meresponnya.

  1. Sangat selektif dalam berinteraksi sosial

Introvert seringkali dianggap anti sosial padahal sesungguhnya mereka sangat selektif dalam bergaul dan bersosialisasi, mereka merasa sulit menemukan orang yang nyaman.

 

 

Karena sifatnya yang cenderung tertutup, pendiam dan membatasi diri dengan orang-orang, terkadang seorang introvert dianggap pemalu. Padahal tidak ada hubungannya antara introvert dan pemalu. Seorang yang introvert belum tentu pasti pemalu, beberapa introvert tidak malu dalam bertemu orang melainkan lebih selektif.

Introvert merupakan minoritas di dalam suatu masyarakat, sementara ekstrovert adalah mayoritas. Sifat introvert yang bertentangan dengan sifat ekstrovert seringkali membuat introvert dipandang aneh di masyarakat. Mayoritas masyarakat adalah ekstrovert, dan mayoritaslah yang sering kali dianggap normal. Namun pada kenyataannya tidak demikian, tidak ada yang salah dengan introvert. Bahkan sejumlah tokoh-tokoh besar dunia berkepribadian introvert, sebut saja Albert Einstein, Bill Gates, dan J.K. Rowling.

Semua orang bisa sukses dalam hidupnya termasuk introvert dengan segala kekurangan dan kelebihannya yang “berbeda” dengan kebanyakan orang. Yang harus dipertama kali dipahami oleh setiap orang bahwa mereka harus mengenali diri mereka sendiri, termasuk kelebihan dan kekurangan. Berangkat dari sana, maka seseorang bisa mengembangkan potensinya secara lebih maksimal. Dengan mengenali diri sendiri maka seseorang akan bisa berdamai dengan dirinya sendiri dan menerima kekurangannya.

Sumber :

  1. wikipedia.org
  2. myersbriggs.org
  3. lifehack.org

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s